Berita
Inovasi Camat Semarang Timur "Lahan Pertanian Gantung dengan Galon Air Mineral"
Warga Kecamatan Semarang Timur memanfaatkan galon air mineral menjadi media tanam sayur-sayuran. Sebanyak 200 galon dimanfaatkan untuk media tanam gantung dan hidroponik statis. Camat Semarang Timur, Drs. KUSNANDIR, MM, menjelaskan galon air mineral daripada tidak terpakai perlu waktu 10 – 100 tahun. Selain itu, pihaknya memanfaatkan tanah dari deposal sungai Banjir Kanal Timur (BKT). “Sehingga kami memanfaatkan galon bekas dan tanah deposal ini untuk media tanam, sayuran yang tanam antara lain, cabai, tomat, sawi, dan lain-lain. “Menanam ini sebagai percontohan, agar masyarakat mencontoh untuk memanfaatkan barang bekas untuk media tanam sayur-sayuran di depan rumah masing-masing. Sebanyak 200 galon bekas dimanfaatkan di tiga tempat, yakni di Kantor Kecamatan Semarang Timur, Kantor Kelurahan Rejosari, dan Kelurahan Bugangan. Urban farming ini sejalan dengan Pemkot Semarang, yakni mengurangi sampah dan menanam sayur-sayuran untuk mengatasi stunting. Tercatat, di Semarang Timur ini kasus stunting di angka 100. Galon bekas didapatkan dari tetangga yang berjualan air mineral dalam galon. Namun, tidak terpakai, dan ingin dibuang dimanfaatkan untuk menanam sayur-sayuran. Pada tahap pertama ini, beliau memanfaatkan 200 galon, mungkin pertengahan Desember ini 200 galon lagi yang ke depannya masyarakat Semarang Timur bisa memanfaatkan limbah galon ini sebagai sarana menanam.
