Pindah Kantor, Kelurahan Karangtempel Gelar Tradisi Boyongan

2022-12-06 0 comments kecsmgtimur

Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur, menggelar slup-slupan boyongan atau pindahan kantor dengan perpaduan tiga adat. Pindahan ini dilakukan di kantor kelurahan sementara menuju ke kantor kelurahan yang sudah direnovasi. Ratusan warga Karang Tempel berbaris mengenakan baju adat Jawa dengan membawa perabotan pindahan, seperti tikar, mug beras, kendi berisi air, bantal, tanaman tebu, sapu lidi, dan lentera. Pihak kelurahan bersama warga didampingi oleh para ketua RW berpamitan dengan pemilik rumah, kemudian kirab yang diiringi oleh barongsai. Setelah sampai di kelurahan, disambut dengan rebana dan prosesi slup-slupan menggunakan adat Jawa. Mereka diiringi oleh dua barongsai dan suara tabuhan khasnya. Berjalan sepanjang 1 kilometer dari Jalan Hawa IV nomor 2 yang dulunya rumah Ariawan menuju ke Jalan Hawa Raya nomor 9 disambut oleh tabuhan rebana. Kemudian dilanjutkan prosesi adat Jawa menyiram tanaman, membersihkan lantai dengan sapu lidi, dan memecahkan kendi tersebut, dilanjut dengan sambutan-sambutan dan doa bersama. Camat Semarang Timur Bp. Drs. KUSNANDIR, MM menjelaskan, warga membawa tebu dengan artian antep ing kalbu atau ketenangan batin harus diutamakan dengan ilmu agama dan pengetahuan. Lentera sebagai penerangan untuk menata hari esok dengan arah yang benar. Tikar merupakan alas atau landasan kebutuhan dasar ketika membangun tempat tinggal. “Dan air di dalam kendi ini untuk menyejukkan. Diakuinya, ada tiga kantor kelurahan di Semarang Timur butuh direnovasi. Seperti Kelurahan Kemijen, Kelurahan Rejosari, dan Kelurahan Karangturi. “Kantor Kelurahan Kemijen dan Karangturi ini mengalami kendala karena lahannya sempit. Kalau Rejosari luas. Harapannya bisa segera dibangun untuk memberikan kenyamanan di Semarang Timur.